Langsung ke konten utama

71% Ibu-ibu Kerepotan Anaknya Belajar Jarak Jauh


Metode belajar-mengajar siswa di sekolah berubah. Akibat merebaknya wabah Covid-19. Belajar jarak jauh pun diterapkan. Namun faktanya, banyak reaksi yang timbul akibat pembelajaran jarak jauh (PJJ). Survei TBM Lentera Pustaka bertajuk “Anak Belajar Jarak Jauh Di Mata Ibu-Ibu” pada Selasa, 28 Juli 2020 mengkonfirmasikan bahwa 71,1% Ibu-ibu merasa kerepotan atau kewalahan dengan belajar jarak jauh yang dialami anaknya, sementara 28,3% menjawab tida, dan 0,6% tidak tahu. 

Survei dengan 180 responden ibu-ibu ini menegaskan perlunya pemerintah merumuskan dengan rinci program dan petunjuk teknis PJJ. Utamanya materi belajar yang berbasis “social empowerment” ketimbang “self empowerment”. Karena agak rancu bila yang belajar anaknya. Tapi yang kerepotan ibunya. 
“Sistem belajar jarak jauh malah jadi  beban baru ibu-ibu. Apalagi bagi ibu  yang selama ini kurang peduli terhadap pelajaran anak di sekolah. PJJ butuh petunjuk teknis dan adaptasi semua pihak. Ini bukan soal cara belajar, tapi soal perspektif. Harus lebih kreatif dan berdaya guna” ujar Syarifudin Yunus, Pendiri TBM Lentera Pustaka yang juga kandidat Doktor Manajemen Pendidikan Pascasarjana Unpak saat merilis hasil survei hari ini.

Sebagai reaksi terhadap PJJ, beberapa ibu dalam survei ini memberi komentar: 1) jangan kebanyakan tugas, 2) saya sebagai ibu rumah tangga bener bener repot; harus mengerjakan semua tugas rumah, sekarang ditambah lagi ngajar anak-anak, 3) cara mengajar sy beda dengan guru, 4) anak-anak jadi susah diatur, tugas yang dikasih guru belum selesai anaknya malah nonton tv atau maen hp, 5) belajar online tidak efektif, karena anak lebih patuh pada guru, kalau pada ibunya anak tidak nurut, 6) sebaiknya sebelum diberikan tugas anak-anak diberikan penjelasan secara online tatap muka, dan 7) memberi tugasnya kalau bisa jangan banyak-banyak, 

Harus diakui, PJJ sebagai metode belajar seharusnya tidak masalah. Reaksi kaum ibu ini bisa jadi akibat masih “terpaku” pada cara belajar yang konvensional alias tatap muka. Anak tidak terbiasa, si ibu merasa terbebani. Atau bahkan guru dan sekolah tidak punya kreasi dalam belajar jarak jauh karena tidak terbiasa.Masih mengacu pada kurikulum yang kaku.

Sejatinya, PJJ adalah alternatif pembelajaran yang diperlukan di era digital. Apalagi di tengah wabah Covid-19. Untuk itu, dominasi model pembelajaran seharusnya tidak lagi bersandar pada guru dan kurikulum. Itulah yang disebut dengan “Deschooling Society”, model pembelajaran yang mendorong terjadinya kolaborasi orangtua, guru, dan siswa. Sekolah bukanlah satu-satunya tempat belajar. Selain itu, PJJ harusnya lebih diarahkan pada upaya siswa mendapatkan personalisasi pengalaman belajar yang kreatif dan bermakna sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya. 

Kondisi ini menyiratkan ada ketidak-siapan dunia pendidikan dalam menjalankan PJJ. Oleh karena itu, sesuai rencana pemerintah yang akan menjadikan PJJ secara permanen. Maka diperlukan rumusan dan sosialisasi model belajar jarak jauh kepada seluruh pemangku kepentingan. Bahwa belajar jarak jauh bukanlah cara belajar semata tapi soal cara berpikir tentang belajar.

Ke depan, belajar jarak jauh adalah model belajar yang tidak bisa dihindari lagi. Maka harus ada koordinasi dan sinergi antara pihak sekolah, orang tua, dan guru dalam memberdayakan kegiatan belajar. Sambil perlahan mengubah perspektif tentang belajar anak di sekolah yang tidak hanya terbatas di ruang kelas atau berdasar kurikulum semata. Tapi lebih kepada membangun cara berpikir dan karakter siswa dalam kehidupan di luar pelajaran.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pondok pesantren AL Muslimun Al musri 1. Didik santri jadi seorang santripreuner

SUBANG- 10/08/2020 Berbicara pondok pesantren selalu identik dengan pembelajaran yang difokuskan hanya pada ilmu agama. Namun berbeda dengan Ponpes Al Muslimun Al musri 1. Pondok pesantren yang berada di Desa Cimanglid, Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang  itu memiliki banyak inovasi pembelajaran, untuk mengasah santrinya memiliki ketrampilan. Semangat yang diusung adalah agrikultur, pemanfaatan sumber daya alam hayati yang ada di sekitar, kemudian digunakan untuk menghasilkan bahan pangan dan sumber energi. Di antaranya, bergerak di bidang pertanian, dan peternakan. Semua unit usaha tersebut masing-masing dikelola secara mandiri oleh kurang-lebih 60 santri. Selain ilmu agama mendalam, di Pondok Pesantren Al Muslimun Al musri 1, para santri dibekali dengan pengetahuan tata cara berwirausaha, atau santripreneur. "Harapannya, santri pulang ke kampung halaman, bukan hanya pintar mengaji, tetapi memiliki skill dan ketrampilan". Kata KH Salim Apandi selaku pengurus ponp...

Bentuk Kuburan Yang Syar’i dan Sesuai Sunnah

Pembahasan kali ini berkaitan dengan bentuk kuburan yang syar’i dan sesuai dengan sunnah Rasulullah ﷺ  Dalam masalah kuburan, Islam mengajarkan umatnya untuk bersikap  wasath (pertengahan) dimana wajib bagi setiap muslim untuk memuliakan kubur namun tidak  gluluw  (berlebihan) dalam memuliakannya. Banyak sekali dalil dalam hal ini. Diantaranya: Tidak boleh meremehkan atau menghinakan, seperti duduk diatasnya karena ini adalah bentuk penghinaan, melecehkan dan tidak memuliakan kuburan. Dari Abu Hurairah  radhiyallahu ‘anhu , Rasulullah ﷺ bersabda: لَأَنْ يَجْلِسَ أَحَدُكُمْ عَلَى جَمْرَةٍ فَتُحْرِقَ ثِيَابَهُ فَتَخْلُصَ إِلَى جِلْدِهِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَجْلِسَ عَلَى قَبْرٍ “Seandainya seseorang duduk di atas bara api sehingga membakar pakaiannya sampai kulitnya, itu lebih baik baginya dibandingkan duduk di atas kubur.”  (HR. Muslim, no. 1612) Disisi lain, tidak boleh  ghuluw  (berlebih-lebihan) dalam menghormatinya, seperti membang...

Produk Kompos Berkualitas Hasil Pembuatan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi

BEKASI  – Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto melihat pembuatan pupuk kompos di UPTD Kebersihan Wilayah Bekasi Utara. Rabu, (1/7/20). Pupuk kompos yang dibuat oleh UPTD Kebersihan Wilayah Bekasi Utara sudah sangat bagus untuk siap diproduksi banyak. Bahkan pupuk kompos ini sudah sering sekali dicoba untuk petani sawah di Kabupaten Karawang. Home     AGROBISNIS     Pertanian Produk Kompos Berkualitas Hasil Pembuatan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi by   Dody Zuhdi     Juli 4, 2020 RADAR TANI – BEKASI  – Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto melihat pembuatan pupuk kompos di UPTD Kebersihan Wilayah Bekasi Utara. Rabu, (1/7/20). Pupuk kompos yang dibuat oleh UPTD Kebersihan Wilayah Bekasi Utara sudah sangat bagus untuk siap diproduksi banyak. Bahkan pupuk kompos ini sudah sering sekali dicoba untuk petani sawah di Kabupaten Karawang.   Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyikapi hal ini sangat mengapresiasi, dika...